CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Senin, 05 Desember 2011

Cerita Sore Antara Aku dan Dia


Kuamati dengan seksama satu demi satu, bagian demi bagian, sudut demi sudut. Kusisir setiap jengkalnya, tak boleh ada yang terlewat. Sekali, dua kali, tiga kali, hingga yang ke sekian kalinya aku masih belum menemukan hal yang janggal padanya. 

Kuingat-ingat hal apa saja yang telah kulakukan bersamanya seharian kemarin. Tetap tak kutemukan sesuatu yang aneh. Kulucuti setiap bagian tubuhnya, barangkali ada yang terluka. Masih tak ada. 

Masih dengan kebingungan yang sama, kudapati ia sekarat. “Ah…mana mungkin”, pikirku. Ia yang selama ini kukenal begitu sehat bahkan tampak sangat baik, kini sekarat. Tak pernah ku alpa memberikan asupan gizi setiap harinya. Tak pernah kulupa mengecek kesehatannya. Kini, seperti yang kukatakan tadi. Ia sekarat. 

Sungguh aneh, bagian tubuhnya tak ada yang terluka. Tampilan fisiknya nampak sehat dan berbobot. Tapi, ia hanya tergolek lemah tak berdaya seolah enggan mengerlipkan cahayanya padaku.

Naluri investigatifku terpacu. Tak ingin rasanya membiarkan dirinya tanpa pertolongan. Setidaknya, dengan ilmuku yang masih pas-pas-an ini aku bisa memberikan pertolongan semampuku. Di tengah kebingungan ini, baru kuingat sebah musabab ia terkulai lemas seperti ini. “AHA!!! Aku ingat!!!”, lonjakku girang. Sambaran petir di hujan kemarin mengretakkan lamunannya. Ia telah disambarnya hingga sekarat seperti ini. “Namun, masih beruntung”, gumamku dalam hati. Setidaknya ia masih sekarat dan belum divonis mati!!

*Bandung, 5-12-2011
Antara Aku dan Laptop-ku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar